Lompat ke konten

Catatan Pemutaran 4 Gerilayar – Sinema Memang Unik di Kampung Adat Balai Kalikih

Agenda pemutaran Gerilayar: Sinema Unik pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2024 bertempat di Medan Nan Bapaneh Desa Wisata Balai Kaliki, Kenagarian Koto Nan Godang, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ada 4 film yang ditayangkan diantaranya adalah Dedah Salamah yang menceritakan tentang seorang ibu asuh yang sengaja mengurangi 1 porsi  ikan patin saat makan siang anak asuhnya yang menyebabkan keributan dan pertengkaran antara sesama anak asuhnya dan berujung berdamai. Selanjutnya Jangan Biarkan Makanan Terbuka menceritakan tentang mitos yang saat ini masih dipercaya yaitu jangan membiarkan makanan terbuka agar tidak dimakan oleh setan, dalam film ini Bastian mengingatkan Farhan agar tidak membiarkan makanannya terbuka, namun Farhan tidak menghiraukan peringatan dari Bastian. Berikutnya adalah film pendek yang berjudul Hikayat Tungku Tanah Liat yang menceritakan tentang seorang ibu 60 tahun dalam membagikan harta warisannya kepada ketiga anaknya, namun dalam perundingan untuk membagikan warisan tersebut salah satu dari tiga anak mendapatkan warisan yang lebih sedikit, dan Baburu yang pada dasarnya menceritakan kegiatan masyarakat minang yang sudah menjadikan “baburu” sebagai hobi untuk mengisi waktu luang mereka, yang pada awalnya baburu babi dengan anjing yang mereka latih karena babi-babi yang sering merusak tanaman di ladang mereka, namun pada dewasa ini “baburu” sudah menjadi hobi dan olahraga. 

Partisipan yang menonton pada pemutaran kali ini terasa sangat antusias dan terdiri dari berbagai kalangan dan beragam umur, penonton cukup kritis terhadap film-film pendek yang ditayangkan. 

Salah satu momen yang tidak terlupakan yaitu ketika berkesempatan mendengarkan cerita dari salah satu penyair Payakumbuh yang bermukim di Balai Kaliki tersebut. Ibu x menceritakan bagaimana antusias dirinya dengan syair-syair yang ditulisnya, dan dia juga menceritakan pengalamannya selama berkecimpung didunia syair.

Pelaksana pun merasa bersyukur karena selama persiapan hingga penayangan film-film pendek di Balai Kaliki terbilang lancar dan tanpa kendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *